Sabtu, 29 Oktober 2011


Penggunaan Permainan Tradisional: Pindan Vocy
Sebagai Media Pembelajaran Bahasa Inggris
Oleh:
Fitriyah Dewi Wulandari (062084004)
Pendidikan Bahasa Inggris 2006

Bahasa Inggris dikenal sebagai bahasa Internasional. Penguasaan bahasa ini dalam era globalisasi adalah seakan-akan hal yang wajib. Tidak mengherankan, banyak masyarakat Indonesia yang berkeinginan untuk menguasai bahasa asing ini. Di salah satu sisi, hal ini membawa efek yang positif yakni meningkatnya kemampuan masyarakat dalam berbahasa asing. Namun yang perlu diperhatikan adalah hal itu juga menimbulkan kurangnya kesadaran pada budaya sendiri.
Dalam paper ini, penulis mempunyai ide untuk menggabungkan antara permainan tradisional dengan pembelajaran bahasa Inggris. Permainan yang dipilih adalah pindan atau engklek. Nama pindan lebih dikenal di daerah tapal kuda, Jawa Timur. Fokus dari permainan ini adalah meningkatkan kemampuan kosa kata peserta didik khususnya kelas IV Sekolah Dasar. Kosa kata atau vocabulary dalam bahasa inggris kemudian diambil untuk melengkapi nama permainan modifikasi ini.
Tentunya penerapan permainan ini masih jauh dari sempurna. Namun demikian diharapkan mampu untuk mengenalkan bahasa inggris sekaligus pada penyelamatan budaya bangsa. Keterasingan pada bahasa sendiri membawa dampak negatif pada perkembangan karakter peserta didik, diharapkan melalui pencampuran dua hal ini, pengembangan karakter peserta didik lebih menonjol daripada sebelumnya.
Daftar Rujukan
Dharmamulya, Sukirman.2005.Permainan Tradisional Jawa Sebuah Permainan.Purwangga:Kepel Press.
Yin Yong Mei.2000.Using Games in an EFL Class For Children.ELT Research Paper Daejin University.
Koentjaraningrat.1990.Javanese Culture.Oxford:Oxford Univeristy Press.
Ersoz, Aydan.2000.Six Games for the EFL/ESL Classroom.The Internet TESL Journal, Vol.VI No.6, June 2000.
Rye, Marilyn.1994.Making Cultural Connection.Boston: Rutgers University Press.

 Using Traditional Game: Pindan Vocy
As a Media of English Language Teaching
By Fitriyah Dewi Wulandari (062084004)

English is known as International language. The understanding of this language in this global era is quite needed. No wonder many of Indonesian people are eager to learn this language. In one side, it brings positive way of English teaching learning process. But in another side, one thing that should be take into account is, it also cause alienation toward their own culture.
In this paper, the writer has an idea to blend between traditional game and English teaching learning process. A traditional game which is selected is pindan or engklek. A word ‘pindan’ is more famous than ‘engklek’ in horseshoe area, East Java. The focus of this game is to increase students’ vocabulary, especially to fourth grade of Elementary Students. Vocabulary is then taken into be put to this modification game into vocy.
 Alienation to the culture herited cause negative impact to the improvement of students’ character. It is expected by using this new medium, students’ character can be develop more than before.
References
Dharmamulya, Sukirman.2005.Permainan Tradisional Jawa Sebuah Permainan.Purwangga:Kepel Press.
Yin Yong Mei.2000.Using Games in an EFL Class For Children.ELT Research Paper Daejin University.
Koentjaraningrat.1990.Javanese Culture.Oxford:Oxford Univeristy Press.
Ersoz, Aydan.2000.Six Games for the EFL/ESL Classroom.The Internet TESL Journal, Vol.VI No.6, June 2000.
Rye, Marilyn.1994.Making Cultural Connection.Boston: Rutgers University Press.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar